Minggu, 26 Februari 2017

Food and Agricultural Organization

Published in PBB Jumat, 27 September 2013 20:06

Food and Agricultural Organization (FAO), yang beranggotakan 192 negara, merupakan salah satu badan pangan PBB yang didirikan pada bulan Oktober tahun 1945 di Quebec (Kanada). Sejak tahun 1951 FAO berkedudukan di Roma, dengan mandat: menjamin akses setiap orang terhadap kebutuhan pangan sehingga menjamin bahwa jumlah orang yang kekurangan gizi dapat turun; meningkatkan produktivitas pertanian; memperbaiki kehidupan masyarakat pedesaan, serta menunjang pertumbuhan ekonomi internasional – termasuk melakukan konservasi, perbaikan dan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan termasuk lahan, air hutan, perikanan dan sumber daya genetik untuk keperluan pangan dan pertanian. Indonesia secara resmi menjadi anggota FAO pada tahun 1949.

 

FAO memberikan bantuan pembangunan dan bantuan teknis  kepada negara-negara yang membutuhkan melalui berbagai Program Khusus untuk Ketahanan Pangan, Sistem Pencegahan Darurat bagi Perpindahan Penyakit pada Binatang dan Hama, Sistem Informasi dan Peringatan Dini Global untuk Pangan dan Pertanian, serta Bantuan dan Rehabilitasi Darurat. Dalam keanggotaanya tersebut, Indonesia telah dipercaya untuk memimpin berbagai komite dan kelompok kerja penting, termasuk posisi sebagai Independent Chair dari Dewan FAO, Komite Masalah-masalah Komoditi, serta Komite Konstitusi dan Masalah Hukum. Dalam bidang kelautan dan perikanan, Indonesia (dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan) juga berperan aktif dalam berbagai sidang-sidang FAO seperti Sidang Committee on Fisheries (COFI) dan sidang Asia Pacific Fisheries Commission (APFIC). 

Read 79631 times