Minggu, 26 Februari 2017

Kerja Sama Bilateral

Published in Kerja Sama Kamis, 22 Agustus 2013 07:24

Dalam rangka mewujudkan visi dan misinya, Kementerian Kelautan dan Perikanan memerlukan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional. Sebagai bentuk dukungan pada pencapaian visi dan misi KKP, PUSKITA membangun dan mengembangkan kerja sama bilateral dengan negara-negara sahabat di bidang kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia serta peluang kerja sama bilateral dengan negara-negara sahabat dalam optimalisasi pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan berkelanjutan, dengan fokus utama pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, ketahanan pangan, kelestarian lingkungan serta pengembangan sumber daya manusia kelautan dan perikanan.

Kementerian Kelautan dan Perikanan hingga saat ini telah menjalin kerja sama bilateral dengan kurang lebih 38 negara sahabat dalam berbagai bentuk perjanjian internasional, baik kerja sama yang aktif, pembaharuan maupun yang masih dalam tahap penjajakan, meliputi:

  1. Wilayah Amerika dan Eropa (Amerika Serikat, Norwegia, Belanda, Jerman, Brazil, Inggris, Turki, Uni Eropa, Rusia, Chile, Peru, Meksiko, Perancis, dan Swedia)
  2. Wilayah Asia dan Pasifik (Australia, RRT, India, Vietnam, Jepang,  Brunei Darussalam, Timor Leste, Korea Utara, Thailand, Philipina, Korea Selatan, Malaysia, Fiji, New Zealand, dan Maladewa)
  3. Wilayah Afrika dan Timur Tengah (Kenya, Afrika Selatan, Namibia, Arab Saudi, Maroko, Mozambik, Nigeria, Aljazair, dan Sudan).

 

Negara-negara tersebut merupakan target kerja sama bilateral pada tahun 2012 dengan sasaran sebagai berikut:

    • Mendorong kerja sama pihak swasta kedua negara dengan mengembangkan public private partnership.
    • Mendorong investasi asing di bidang kelautan dan perikanan di Indonesia
    • Melaksanakan penelitian dan pengembangan bersama
    • Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusiakelautan dan perikanan
    • Mengembangkan teknologikelautan dan perikanan
    • Menjalin kerja sama dalam pemberantasan IUU Fishing
    • Menggalang dukungan dan kerja sama internasional dalam mewujudkan Ekonomi Biru di Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan memandang penting upaya perluasan dan pengembangan kerja sama bilateral di bidang kelautan dan perikanan dengan negara-negara sahabat. Sebagai unit pendukung, Pusat Analisis Kerja Sama Internasional dan Antarlembaga mempunyai peranan penting dalam membangun dan memantapkan posisi Indonesia dalam kerja sama internasional.  Khususnya Bidang Kerja Sama Bilateral berperan dalam mengkoordinasikan pelaksanaan kerja sama bilateral dengan melaksanakan penyiapan bahan penyusunan, analisis, perumusan dan pelaksanaan, serta evaluasi kerja sama dengan negara-negara di wilayah Asia, Pasifik, Amerika, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah di bidang kelautan dan perikanan. Salah satu indikator keberhasilan kerja sama bilateral adalah meningkatnya persentase keberhasilan implementasi kerja sama bilateral bidang kelautan dan perikanan.

Read 6624 times