Minggu, 26 Februari 2017

Kerja Sama Ekonomi Sub-Regional

Published in Multilateral Jumat, 27 September 2013 18:09

Pelaksanaan Kerja Sama Ekonomi Sub Regional (KESR) bermula dari pembentukan sub-wilayah pertumbuhan, yang disebut sebagai segitiga pertumbuhan (growth triangle) atau wilayah pertumbuhan (growth area), dengan tujuan untuk memadukan kekuatan dan potensi-potensi tiap-tiap wilayah yang berbatasan sehingga menjadi wilayah pertumbuhan yang dinamis serta untuk saling mengambil manfaat dan melengkapi dalam mempercepat pembangunan ekonominya masing-masing melalui peningkatan arus investasi, pengembangan infrastruktur, pengembangan sumber daya alam dan manusia, serta pengembangan industri.

 

Kerja Sama Ekonomi Sub-Regional (KESR) di Indonesia pada mulanya diatur dalam Surat Keputusan Presiden (Keppres) No. 184 Tahun 1998 tentang Tim Koordinasi dan Sub-Tim Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Sub-Regional (KESR). Namun pada bulan Februari 2001, Pemerintah Indonesia menerbitkan Keppres No. 13 Tahun 2001 tentang Tim Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Sub-Regional sebagai pengganti Keppres No. 184 Tahun 1998, yang pada intinya mempertegas kembali pentingnya partisipasi daerah dalam Kerja Sama Ekonomi Sub-Regional khususnya di era otonomi daerah.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Pusat mengemban amanah untuk memfasilitasi dan mendorong Pemerintah Daerah serta sektor swasta agar pelaksanaan kerja sama ini dapat membawa  manfaat maksimal bagi pembangunan daerah di Indonesia. Hingga saat ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berpartisipasi aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sub regional sektor kelautan dan perikanan melalui:

  1. Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA);
  2. Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT).
Read 5794 times