Minggu, 26 Februari 2017

Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle

Published in KESR Jumat, 27 September 2013 19:21

Kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) terbentuk saat Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) ke-1 di Langkawi, Malaysia, pada tanggal 20 Juli 1993. Kerja sama IMT-GT bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan negara-negara IMT-GT. Melalui kerja sama ini, sektor swasta didorong untuk menjadi “engine of growth” dan dibentuk suatu wadah bagi para pengusaha di kawasan IMT-GT yang disebut Joint Business Council (JBC). JBC secara aktif ikut terlibat dalam rangkaian pertemuan Senior Officials Meeting (SOM)/Ministerial Meeting (MM) IMT-GT setiap tahunnya.

 

Wilayah Indonesia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT adalah: Aceh, Bangka-Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sedangkan wilayah Thailand dan Malaysia yang menjadi bagian dari kerja sama IMT-GT tersebut adalah 14 (empat belas) provinsi di Thailand Selatan (Krabi, Nakhon Si Thammarat, Narathiwat, Pattani, Phattalung, Satun, Songkhla, Trang, Yala, Chumphon, Ranong, Surat Thani, Phang Nga, Phuket) dan 8 (delapan) negara bagian Malaysia (Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Penang, Perak, Perlis and Selangor).

 

IMT-GT terdiri atas 6 (enam) Working Group yang terfokus dalam beberapa sektor sebagai berikut:

 

  1. Infrastructure and Transport (WGIT)
  2. Trade and Investment (WGTI)
  3. Human Resource Development (WGHRD)
  4. Agriculture, Agro-based Industry, and Environment (WGAAE)
  5. Tourism (WGT)
  6. Halal Products and Services (WGHAPAS)

 

Sektor kelautan dan perikanan termasuk di dalam Working Group Agriculture, Agro-based Industry, and Environment (WGAAE).

Read 5597 times

Related Document - IMT-GT