Minggu, 26 Februari 2017

South East Asian Fisheries Development Center

Published in Multilateral Sabtu, 28 September 2013 11:36

South East Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC) merupakan suatu organisasi intergovernmental yang didirikan pada tahun 1967 yang memiliki tujuan "to develop and manage the fisheries potential of the region by rational utilization of the resources for providing food security and safety to the people and alleviating poverty through transfer of new technologies, research and information dissemination activities". SEAFDEC sendiri terdiri atas sebelas anggota diantaranya adalah Jepang, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Philippines, Singapore, Thailand, dan Vietnam.


Sekretariat SEAFDEC berpusat di Thailand dan memiliki 4 (empat) Departemen teknis meliputi :

  1. Training Department (TD) berpusat di Thailand
  2. Marine Fisheries Research Department (MFRD) berpusat di Singapura
  3. Aquaculture Department (AQD) berpusat di Filipina
  4. Marine Fisheries Resources Development and Management Department (MFRDMD) di Malaysia


Pada tahun 2013 yang lalu Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama SEAFDEC bersepakat untuk membangun satu Departemen teknis yang bernama Inland Fisheries Resource Development and Management Department (IFRDMD) dan berpusat di Palembang, Indonesia, yang saat ini proses pembangunannya sedang berjalan. Proyek ini dibahas pada pertemuan IFRDMD Working Group pada tanggal 24-25 Januari 2013 di Palembang sebelum akhirnya disahkan pada SEAFDEC Council meeting ke 45 di Filipina pada April 2013. Proses pembiayaan dari proyek tersebut merupakan bagian dari kerja sama SEAFDEC dengan pemerintah Jepang, bersumber dari Japanese Trust Fund (JTF) dan APBN. Diharapkan dengan dibangunnya IFRDMD di Indonesia mampu memaksimalkan serta membangun potensi perikanan budidaya yang diproyeksikan memiliki peranan penting dalam upaya merealisasikan program SEAFDEC yaitu Sustainable Fisheries for Food Security for ASEAN Region Towards 2020

Read 5551 times