Minggu, 26 Februari 2017

Regional Plan of Action

Published in Multilateral Rabu, 09 Oktober 2013 18:08

Regional Plan of Action (RPOA) to Promote Responsible Fishing Practices Including to Combating Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing in the Region merupakan inisiatif bersama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia dalam memberantas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing. Inisiatif ini sangatlah penting mengingat kegiatan penangkapan ikan di dunia yang terus meningkat dengan pesat, dan berdampak kepada timbulnya overfishing di beberapa perairan dunia. Fenomena ini diikuti dan diperparah pula dengan meningkatnya praktek IUU Fishing yang mengancam kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya. 

 

Kegiatan kerja sama regional yang disahkan pada tanggal 4 Mei 2007 di Bali, Indonesia, oleh 11 (sebelas) Menteri negara peserta RPOA; yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, Kamboja, Singapura, Vietnam, Papua Nugini, dan Timor Leste; tersebut meliputi konservasi sumber daya perikanan dan lingkungannya, pengelolaan kegiatan penangkapan ikan dan pemberantasan IUU Fishing. RPOA bersifat sukarela dan berfokus kepada 5 (lima) hal utama yaitu:

 

  1. Peningkatan Monitoring, Control and Surveillance (MCS),
  2. Tanggung jawab negara pantai,
  3. Peningkatan kapasitas,
  4. Status sumber daya dan kegiatan pengelolaannya di kawasan,
  5. Penerapan peraturan di pelabuhan.

 

Indonesia hingga saat ini telah dipercaya untuk menjadi tuan rumah Sekretariat RPOA, yang berada di bawah koordinasi Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan,  Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berikut ini adalah struktur organisasi pelaksanaan kegiatan RPOA :

 

Komite Koordinasi adalah tingkat pengambilan keputusan tubuh tertinggi yang memberikan saran dan arahan strategis untuk negara-negara anggota RPOA .

Read 6089 times

Related Document - RPOA