Minggu, 26 Februari 2017

Nelayan Asing

Published in Berita Kamis, 03 Juli 2014 14:14
Rate this item
(3 votes)

Nelayan asing yang semula disebut manusia perahu tersebut berawal dari blusukan Menteri Kelautan dan Perikanani ke Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu.

Masyarakat setempat mengeluhkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan soal keberadaan manusia perahu yang kerap merugikan nelayan lokal. Malam itu juga, Menteri Kelautan dan Perikanan meminta aparat TNI dan Polri untuk mencari dan menangkap manusia perahu di perairan Berau.

Tim yang terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Konjen Filipina mendata para nelayan asing tersebut, terdapat 676 nelayan asing yang memasuki wilayah Negara Republik Indonesia di perairan Berau, Kalimantan Timur, dari hasil joint verification tersebut pihak konjen Filipina mengakui sebanyak 88 nelayan dipastikan berasal dari Pulau Bunggau dan Pulau Tawi-Tawi Filipina.

Secara umum, kondisi 676 nelayan cukup baik. Mulai dari tempat tidur maupun kesehatan serta makanan mereka yang dijamin Pemerintah Kabupaten. Apalagi, tempat mereka yang terdiri dari tujuh tenda tersebut juga tidur di atas tempat yang sudah diberi kayu lapis. Para nelayan terlihat cukup nyaman bersama anak-anak mereka yang relatif masih kecil.

Andai saja Pemerintah Malaysia mengikuti jejak Pemerintah Filipina dalam menangani 676 orang nelayan yang berasal dari kedua negara tersebut, maka proses pemulangan bisa dilakukan secepatnya. Khusus nelayan Filipina yang jumlahnya 88 orang tersebut akan dipulangkan sebelum hari Natal pekan depan.

 

 

Login to post comments